Hikasa's Blog

kromatografi sederhana

Posted on: Juli 29, 2009

1. Kromatografi sederhana
Kromatografi adalah salah satu proses pemisahan dalam kimia.

KROMATOGRAFI PERMEN
Tahukah kamu mengapa permen berwarna-warni? Iya. Permen-permen kesukaanmu mengandung zat perwarna. Sebut saja M&Ms, Cha Cha, dalam satu bungkus berisi permen yang berwarna-warni. Tetapi jangan khawatir biasanya zat pewarna yang digunakan adalah zat KROMATOGRAFI PERMEN
Tahukah kamu mengapa permen berwarna-warni? Iya. Permen-permen kesukaanmu mengandung zat perwarna. Sebut saja M&Ms, Cha Cha, dalam satu bungkus berisi permen yang berwarna-warni. Jika kamu ingin tahu apa nama zat pewarna yang digunakan permen tersebut, baca saja pada bungkus permennya biasanya disitu tercantum bahan apa saja yang digunakan. Tetapi jangan khawatir biasanya zat pewarna yang digunakan adalah zat yang telah diuji keamanannya. Walaupun begitu tetap saja kalian jangan terlalu banyak makan permen, nanti gigi kalian bisa rusak.
Setiap permen menggunakan mengandung zat warna apa saja dapat diketahui dengan cara memisahkannya menggunakan cara kromatografi.

Bahan-bahan yang diperlukan:
6 Permen warna-warni (ambil 1 untuk setiap warna yang akan diuji)
Kertas saring untuk kopi (jika sulit diperoleh, gunakan kertas yang agak kasar seratnya tetapi hasilnya mungkin kurang memuaskan)
Gelas yang tinggi
Air
Garam meja
Pensil
Gunting
Penggaris
6 Tusuk gigi
Aluminum foil
Botol ukuran 2 liter dengan tutup

Caranya:
a. Potong kertas saring menjadi persegi dengan ukuran 8 cm x 8 cm.
b. Buatlah garis dengan pensil 1 cm dari salah satu ujung kertas. Buat dengan pensil 6 titik yang masing-masing terpisah ½ cm pada garis tadi.
c. Berilah label di bagian bawah tiap titik tersebut sesuai dengan warna permen yang akan diuji.
d. Sekarang kita menyiapkan larutan warna untuk tiap permen. Siapkan 20 cm x 10 cm aluminum foil dan ratakan di atas meja.
e. Letakkan permen di atas aluminum foil secara terpisah agar warnanya tidak tercampur. Teteskan tiap permen dengan setetes air, biarkan sampai semua warna pada permen melarut, lalu pisahkan dengan permennya. (dapat dilihat lapisan warnanya mulai hilang dan tertinggal permen putih)
f. Selanjutnya celupkan tusuk gigi ke dalam larutan warna tadi. (gunakan tusuk gigi yang berbeda untuk tiap warna)
g. Totolkan hati-hati pada titik di kertas saring tadi, usahakan agar titik warnanya kecil jangan sampai terlalu besar kira-kira 2 mm.
h. Totolkan setiap warna ke tiap titik yang berbeda. Biarkan kering, kemudian ulangi lagi langkah g dan h sampai 3 kali. Tiap kali akan mengulanginya harus menunggu sampai kering terlebih dahulu.
i. Jika kertas sudah kering, lipatlah menjadi dua agar kertas bisa berdiri sendiri.
j. Selanjutnya kita akan membuat “larutan pengangkat/developing solution”. Pastikan botol yang digunakan bersih dan kering, masukkan 1/8 sendok garam dan 3 cangkir air.
k. Tutup rapat botol dan kocok sampai semua garamnya larut. Ini adalah larutan garam.
l. Tuanglah larutan garam ke dalam gelas tinggi sampai kira-kira ½ cm, sehingga jika kita masukkan kertas saring tadi larutan garam berada di bawah titik-titik warna tadi.
m. Masukkan kertas saring tadi ke dalamgelas tinggi dengan posisi titik-titik warna berada di dasar gelas.
n. Biarkan sampai larutan garam naik melalui kertas saring sampai 1 cm dari ujung bagian atas kertas, kemudian angkat kertas saring tersebut.
o. Letakkan kertas saring tersebut pada permukaan yang rata dan bersih sampai mongering.
p. Amatilah tiap titik warna memiliki campuran yang berbeda-beda.
q. Hal ini juga dapat dilakukan untuk spidol berwarna dan pewarna makanan. Cobalah dan lihat perbedaannya.

Penjelasan:
Warna mulai terpisah akibat larutan garam yang melalui tiap titik warna, tiap warna terpisah menjadi beberapa pita-pita warna. Warna dari beberapa permen dibuat dari lebh dari satu macam warna dan campuran tersebut terpisah karena ada warna tertentu yang lebih mudah larut/terbawa dalam larutan garam. Perbedaan inilah yang menyebabkan pewarna tersebut memiliki perbedaan tinggi pada kertas.
Proses ini disebut kromatografi. (kata kromatografi berasal dari dua kata Yunani: chroma yang artinya warna dan graphein artinya menulis).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Twitter Terbaru

Top Rated

Arsip

%d blogger menyukai ini: